i
LAPORAN PRAKTIK BAIK
IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA
MATERI TEKNIK SENI VOKAL DIKELAS XI SMAN 1
KELAPA KAMPIT
REZA YOANA, S.Pd.
SMAN 1 KELAPA KAMPIT
DINAS PENDIDIKAN
UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS SATUAN PENDIDIKAN
KABUPATEN BELITUNG TIMUR
2022
ii
LEMBAR PENGESAHAN
Yang bertanda tangan dibawah ini Menyetujui dan mengesahkan Laporan Praktik baik
hasil karya guru SMA Negeri 1 Kelapa Kampit, sebagai berikut:
Nama : REZA YOANA, S.Pd
NIP : -
Jabatan : Guru Seni Budaya
Unit Kerja : SMAN 1 KELAPA KAMPIT
Telah melaksanakan
Implementasi model Project based learning pada materi Teknik Seni Vokal dikelas XI
SMAN 1 Kelapa Kampit”.
MENGESAHKAN:
Kepala Sekolah,
Riskhan Akhbari, S.Pd
NIP. 19761016 200501 1 012
Kelapa Kampit, Oktober 2022
PENELITI,
Reza Yoana, S.Pd
NIP.-
iii
BIODATA PENULIS
Penulis dilahirkan di Kelapa Kampit, Belitung Timur pada
tanggal 25 september 1994. Penulis merupakan anak kedua dari
empat bersaudara dari pasangan Bapak Hartoni dan Ibu Arina
serta mempunyai dua saudara perempuan dan satu saudara
laki-laki.
. Penulis merupakan istri dari Fendra Pratama, S.Pd. dan memiliki seorang putera
bernama Feza Alfatih Athafariz. Penulis memulai jenjang pendidikan
formal di SDN 2 Kelapa Kampit lulus pada tahun 2006. Pendidikan formal
selanjutnya ditempuh di SMPN 1 Kelapa Kampit dan lulus pada tahun 2009.
Pendidikan formal selanjutnya ditempuh di SMAN 1 Manggar pada tahun 2012.
Penulis diterima sebagai mahasiswa jurusan Pendidikan Seni Musik Fakultas
Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia pada tahun 2012
dan menjadi Sarjana Pendidikan (S.Pd.) pada tahun 2016. Setelah menjadi sarjana,
penulis pernah bekerja sebagai Guru Honorer di SMPN 1 Tanjung Pandan selama
5 tahun dan selanjutnya menjadi guru honorer di SMAN 1 Kelapa Kampit hingga
sekarang.
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur bagi Allah SWT, Tuhan Pelimpah Cahaya, Pembuka
Penglihatan, Penyingkap Rahasia, dan Penyibak Selubung Tirai yang senantiasa
memberikan curahan rahmat dan nikmat-Nya. Shalawat serta salam kita panjatkan
pada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, sehingga penulis dapat
menyelesaikan laporan praktik baik yang pernah dilakukan di sekolah sebagai
bentuk implementasi hasil perkuliahan pada saat mengikuti program Pendidikan
profesi guru (PPG) dalam jabatan walaupun dalam bentuk laporan yang sederhana
dengan judul Implementasi model problem based learning pada materi teknik
seni vokak dikelas XI SMAN 1 Kelapa Kampit.
Penulis menyadari bahwa terlaksananya praktik baik dan terselesaikannya
laporan sederhana ini tidak lepas dari bantuan serta dukungan moril maupun materiil
dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin
mengucapkan terima kasih yang tulus kepada:
1. Kedua orang tua penulis atas cinta yang tulus dan doa-doa terbaik semasa
hidupnya untuk penulis;
2. Suami, Anak, serta Saudara tercinta yang selama ini telah banyak
memberikan dorongan semangat dan doa yang tiada hentinya kepada
penulis.
3. Bapak Riskan Akhbari, S.Pd.. selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Kelapa
Kampit yang telah banyak memberikan saran dan dukungan positif dalam
melaksanakan praktik baik di sekolah;
4. Bapak/Ibu guru rekan sejawat penulis yang telah memberikan dukungan,
saran, berbagi pengalaman, serta motivasi kepada penulis untuk menjadi
pendidik yang selalu berinovasi dan profesional.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan
laporan ini, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan dalam perbaikan
v
untuk kemajuan yang akan datang. Akhir kata, penulis berharap semoga laporan
praktik baik ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan pendidik lainnya.
Kelapa Kampit, Agustus 2022
Penulis
vi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...............................................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................. ii
BIODATA PENULIS ........................................................................................... iii
KATA PENGANTAR ...........................................................................................iv
DAFTAR ISI ..........................................................................................................vi
DAFTAR TABEL................................................................................................ vii
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... viii
A.
MASALAH ....................................................................................................... 1
B.
STRATEGI DAN LANGKAH MENGATASI MASALAH ......................... 2
C.
HASIL ............................................................................................................... 4
D.
FAKTOR PENDUKUNG ................................................................................ 6
E.
FAKTOR PENGHAMBAT ............................................................................ 6
F.
KESIMPULAN ................................................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 8
LAMPIRAN LAMPIRAN ..................................................................................... 9
vii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran-Lampiran
Lampiran 1
Dokumentasi Kegiatan
Lampiran 2
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Lampiran 3
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
Lampiran 4
Bahan Ajar
LAPORAN PRAKTIK BAIK
A.
MASALAH
Pendidikan Nasional yang berdasarkan Pancasila bertujuan meningkatkan kualitas
manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi
pekerti yang luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab,
mandiri, cerdas dan terampil, sehat jasmani dan rohani, sejalan dengan pengembangan
iklim belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta perilaku yang
inovatif, kreatif dan berkeinginan untuk maju.
Pendidikan senibudaya di sekolah bertujuan untuk mengembangkan minat dan
bakat seni siswa, sehingga siswa dapat menjadi pribadi yang bisa mengekspresikan minta
bakat, aktif, kreatif, mandiri, dan memiliki kemampuan yang sangat berguna dalam
kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, pembelajaran seni budaya disekolah perlu
mendapat perhatian dan penanganan yang sangat serius dari seluruh pemangku
kepentingan, terutama guru sebagai ujung tombak dalam merencanakan, melaksanakan,
dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran senibudaya di kelas.
Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan beberapa peserta didik kelas XI terkait
tanggapan mereka terhadap mata pelajaran senibudaya, sebagian peserta didik memiliki
paradigma bahwa senibudaya adalah pelajaran yang sulit untuk mereka yang kurang
berminat dan memiliki bakat dibidang seni dan terkadang menjadi salah satu pelajaran yang
membosankan bagi mereka yang tidak menyukai pelajaran seni budaya. Ketika ditanya
tentang cara guru mengajarkan materi seni budaya khususnya seni musik, sebagian besar
peserta didik mengatakan bahwa proses pengajaran yang terjadi adalah guru senantiasa
secara langsung memberikan materi pokok pelajaran, diselingi dengan membahas contoh
soal dan peserta didik mengerjakan soal-soal tugas yang ada pada buku. Bahkan Sebagian
besar peserta didik mengatakan terkadang guru tidak menjelaskan materi hanya meminta
peserta didik membaca buku paket lalu mengerjakan soal latihan mengikuti contoh yang
ada.
Banyak faktor yang menyebabkan seni budaya kurang diminati, diantaranya adalah
materi teknik seni vokal, simbol-simbol musik, notasi angka serta unsur dasar musik
lainnya yang membingungkan. Selain itu pengalaman belajar senibudaya bersama guru
yang tidak menyenangkan atau guru yang membingungkan, turut membentuk sikap negatif
peserta didik terhadap pelajaran senibudaya.
Adapun permasalahan yang ditemui pada proses pembelajaran seni budaya
khususnya pada materi teknik seni vokal, antara lain:
1. Rata-rata hasil belajar senibudaya peserta didik pada umumnya masih di bawah kriteria
ketuntasan minimal (KKM). Salah satu penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik
pada materi teknik seni vokal adalah mereka tidak menguasai materi teknik vokal untuk
diterapkan dimateri selanjutnya. Gejala-gejala kesulitan yang ditunjukkan peserta didik
dalam menerapkan teknik vokal yaitu peserta didik kurang mampu melakukan teknik
pernapasan yang baik saat berlatih teknik vokal, dan peserta didik tidak serius
menerapkan teknik-teknik vokal dengan baik. Gejala-gejala kesulitan yang dilakukan
peserta didik berdampak pada nilai keterampilan.
2. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru tidak sesuai dengan gaya belajar peserta didik.
Pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher centered) di mana metode ceramah
masih mendominasi pembelajaran dari awal hingga akhir. Hal ini disebabkan karena
guru masih kesulitan menemukan model, metode, dan media yang tepat untuk
menyampaikan teknik-teknik seni vokal agar lebih mudah dipahami
3. Peserta didik kurang termotivasi dan kurang fokus pada saat proses pembelajaran. Hal
ini terlihat dari sebagian besar peserta didik terlihat pasif atau kurang berpartisipasi
dalam pembelajaran karena hanya mendengarkan ceramah dari guru.
Berdasarkan ketiga poin di atas dapat disimpulkan bahwa selama ini peserta didik
kesulitan dalam memahami materi teknik seni vokal dikarenakan kurangnya minat belajar
dan merasa tidak percaya diri dalam pembelajaran senibudaya. Di lain sisi, proses
pembelajaran yang terjadi pun masih berpusat pada guru sehingga sehingga kurang
memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam pembelajaran.
B.
STRATEGI DAN LANGKAH MENGATASI MASALAH
Berdasarkan masalah-masalah di atas yang telah diidentifikasi, strategi dan
langkah yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut antara lain:
1. Mengimplementasikan model dan metode pembelajaran yang inovatif
Merujuk pada beberapa masalah yang telah dijelaskan di atas maka diperlukan
suaru rancangan dan penerapan pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan hasil
belajar seni budaya peserta didik. Adapun model pembelajaran inovatif yang dipilih
dan diimplementasikan yaitu model project based learning dengan penggunaan media
audio visual.
Salah satu model pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan hasil
belajar peserta didik dan juga merupakan harapan kurikulum yang berlaku pada saat ini
adalah model pembelajaran berbasis masalah. Model pembelajaran berbasis masalah
merupakan suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai titik tolak
(starting point) pembelajaran. Masalah-masalah yang dapat dijadikan sebagai sarana
belajar adalah masalah yang memenuhi konteks dunia nyata (real world), yang akrab
dengan kehidupan sehari-hari para peserta didik. Melalui masalah masalah kontekstual
ini para peserta didik menemukan kembali pengetahuan konsep dan ide-ide yang
esensial dari materi pelajaran dan membangunnya ke dalam stuktur kognitif. Masalah
kontekstual yang diberikan bertujuan untuk memotivasi peserta didik, membangkitkan
gairah belajar peserta didik, meningkatkan aktivitas belajar peserta didik, belajar
terfokus pada penyelesaian masalah sehingga peserta didik tertarik untuk belajar,
menemukan konsep yang sesuai dengan materi pelajaran, dan dengan adanya interaksi
berbagi ilmu antara peserta didik dengan peserta didik, peserta didik dengan guru,
maupun peserta didik dengan lingkungan peserta didik diajak untuk aktif dalam
pembelajaran.
Adapun sintaks pembelajaran berbasis masalah diawali dari pertanyaan
mendasar, mendesain rencana proyek, mendesain rencana produk, menyusun jadwal
pengerjaan proyek, memonitor keaktifan dan perkembangan proyek, serta menguji hasil
dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Proses pemilihan model dan metode pembelajaran tersebut yaitu: mempelajari
model-model pembelajaran inovatif melalui kajian literatur, mempelajari kemampuan
awal, dan gaya belajar peserta didik, serta mempelajari karakteristik materi fungsi
kuadrat.
Sumber daya yang diperlukan yaitu: jaringan internet, LCD, Laptop, HP, buku-
buku terkait desain pembelajaran inovatif, serta buku senibudaya kelas XI kurikulum
2013.
2. Menggunakan media pembelajaran yang interaktif
a. Media pembelajaran interaktif yang digunakan antara lain: powerpoint, LKPD, dan
bahan ajar berbasis hots dengan menyajikan masalah kontekstual sebagai agar
peserta didik lebih menmahami materi.
b. Sumber daya yang diperlukan untuk membuat media pembelajaran inovatif antara
lain: laptop, jaringan internet, buku matematika kelas XI kurikulum 2013.
3. Meningkatkan kemampuan dasar teknik seni vokal yang baik untuk peserta didik
Strategi yang dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan teknik vokal
peserta didik yaitu dengan menerapkan pembelajaran sistem tutor sebaya dalam
menggunakan metode demonstrasi sehingga diharapkan dapat terjadi transfer
pemahaman teknik vokal dari peserta didik yang satu ke peserta didik yang lainnya.
Selain itu untuk meningkatkan partisipasi aktif peserta didik, guru merancang
pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan mengembangkan RPP dan
LKPD yang berpusat pada peserta didik terkait kompetensi dasar, indikator, dan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai.
C.
HASIL
1. Pengalaman Guru Selama Penerapan Model Project Based Learning
Pengalaman guru dalam penerapan model project based learning berdasarkan
pedoman observasi yang telah dipersiapkan. Pengamatan observer terhadap aktivitas
guru, meliputi: perencanaan (persiapan perangkat pembelajaran), serta pelaksanaan
model Project based learning. Aktivitas guru dalam menerapkan model Project based
learning dapat dijelaskan bahwa guru telah melakukan perencanaan pengajaran secara
baik dengan mempersiapkan RPP, Bahan Ajar, media pembelajaran, dan LKPD yang
berisi petunjuk dan soal latihan dengan baik. Selama pelaksanaan pembelajaran, guru
menjalankan semua tahapan model Project based learning secara berurutan dan
terlaksana dengan sangat baik. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil pengamatan
kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran menggunakan model Problem based
learning memperoleh persentase keterlaksanaan sebesar 94,44% yang berada pada
kategori terlaksana dengan baik.
2. Aktivitas Peserta didik Selama Penerapan Model Project Based Learning
Secara keseluruhan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran model Project
based learning dalam kategori sangat aktif. Terdapat kelemahan aktivitas peserta didik
pada tahapan mengembangkan dan menyajikan hasil karya dimana peserta didik belum
menampilkan dengan baik, masih ada 1-2 orang pesrta didik
yang kurang aktif dikarenakan kurang percaya diri dengan kemampuannya. Walaupun
demikian, pada saat peserta didik memgamati penampilan peserta didik lain terlihat
mereka termotivasi untuk mencoba dengan baik bernyanyi dengan teknik vokal yang
sudah dipelajari.
Berdasarkan hasil observasi aktivitas peserta didik terlihat bahwa persentase
keaktifan peserta didik mencapai 92,18%. Hal ini menunjukka bahwa aktivitas peserta
didik berasa pada kategori aktif,. Hal ini dikarenakan dalam penerapan model Project
based learning dan metode demontrasi, guru memberikan kesempatan secara luas
kepada peserta didik baik secara individu atau kelompok untuk mengajukan pertanyaan,
mencari dan merancang penyelesaian suatu masalah hingga menemukan sendiri solusi
dari masalah tersebut dengan bantuan secukupnya dari guru sehingga peserta didik
dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dengan cara yang bermakna.
3. Kemampuan Pemahaman Teknik Seni Vokal Peserta didik Selama Proses Pembelajaran
Data kemampuan pemahaman peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Kelapa
Kampit selama penerapan model Project based learning diambil berdasarkan
penampilan peserta didik secara ndividu didalam kelas dengan menyanyikan sebuah
lagu populer dengan menerpkan teknik vokal yang baik. . Hasil kerja peserta didik secara
individu diuraikan pada tabel di bawah ini.
Tabel 1 Deskripsi Rata-Rata Hasil Belajar Peserta didik Kelas XI SMA Negeri
1 Kelapa Kampit secara Individu pada Materi teknik seni vokal dalam
bernyanyi lagu populer Berdasarkan penampilan didalam kelas.
No
Statistik
Skor
1
Skor Minimum
60
2
Skor Maksimum
100
3
Rata-Rata
86
4
Persentase Ketuntasan
96%
Berdasarkan data Tabel 1, dapat dijelaskan bahwa: (1) skor maksimum hasil
belajar teknik vokal peserta didik setelah penerapan model Project based learning yaitu
100 berada pada kategori sangat baik; (2) Rata-rata hasil belajar peserta didik 86 dengan
persentase ketuntasan klasikal sebesar 96% yang artinya terdapat 33 dari 34 orang
peserta didik yang tuntas.
Hasil ini memberikan gambaran bahwa penerapan model Problem based learning
dipadukan metode demonstrasi dengan mempersiapkan bahan ajar, LKPD, media
pembelajaran sebagai acuan belajar peserta didik, dan diterapkan berpusat pada peserta
didik dalam mempelajari materi teknik seni vokal dapat menciptakan suasana yang
memotivasi peserta didik untuk belajar mengembangkan pengetahuannya secara
bermakna.
D.
FAKTOR PENDUKUNG
1. Faktor dari dalam diri
a. Semangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik.
b. Faktor intelektual guru sehingga dapat mengubah materi yang sulit dipahami
menjadi mudah untuk dipahami peserta didik.
c. Penguasaan guru terhadap model, media, dan metode pembelajaran yang yang telah
dituangkan pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat. keberhasilan
dari kegiatan yang dilakukan adalah peserta didik menjadi lebih aktif, bersemangat,
memperoleh hasil pemecahan masalah yang baik karena dilakukan bersama teman
lain dalam kelompoknya sehingga mampu mempresentasikan hasil dari pemecahan
masalahnya dengan kritis dan penuh tanggung jawab.
2. Faktor Pendukung dari Luar Diri
a. Suasana dan kondidi kelas
b. Ketersediaan sarana dan prasarana
c. Dukungan dari rekan sejawat dan orang tua peserta didik.
E.
FAKTOR PENGHAMBAT
Adapun hal-hal yang dapat menjadi penghambat dalam penerapan model Project
based learning, antara lain:
1. Peserta didik belum terbiasa dengan model pembelajaran tersebut sehingga agak
kesulitan di awal penerapan model Project based learning .
2. Ketersediaan sarana dan prasarana yang kurang memadai.
F.
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian pengalaman guru dan pengalaman peserta didik dalam
penerapan model Project based learning dapat dijelaskan bahwa:
1. Aktivitas peserta didik mengalami peningkatan dengan guru mempersiapkan bahan
ajar, dan LKPD sebagai acuan belajar peserta didik, serta penerapannya dilakukan
secara terpusat pada peserta didik sehingga memotivasi peserta didik untuk belajar
mengembangkan pengetahuannya secara bermakna.
2. Suasana belajar mengajar di kelas menjadi lebih menyenangkan karena hampir semua
peserta didik terlibat aktif di dalam kegiatan pembelajaran. Setiap peserta didik juga
menjadi meningkat kemampuannya dalam berpikir kritis dan bersosialisasi dengan
temannya.
3. Keinginan peserta didik untuk menyampaikan pertanyaan mengalami peningkatan
dengan guru memberitahuan kepada peserta didik untuk mempelajari terlebih dahulu
materi yang akan disampaikan pada pertemuan selanjutnya dengan mempersiapkan hal-
hal yang belum diketahuinya berdasarkan hasil bacaan atau belajarnya.
4. Penerapan model Project based learning dipadukan dengan metode demonsrasi yang
dilaksanakan mengikuti langkah-langkahnya secara berurutan dengan alokasi waktu
yang tepat dan jumlah submateri yang dibatasi dapat menciptakan belajar peserta didik
secara bermakna, selanjutnya meningkatkan kemampuan pemahaman matematis
peserta didik terhadap materi yang dipelajarinya.
DAFTAR PUSTAKA
A.Rahmadani datu sari. 2019. Pelatihan Teknik Vokal untuk meningkatkan kemampuan
bernyanyi pada siswa dalam kegiatan ekstrakulikuler paduan suara. Jurnal Pendidikan
. Universitas Negeri Makasar.
Cut Rina, TB. Endayani. 2020. Metode Demontrsasi meningkatkan hasil belajar. STAIN
Teuku Dirundeng Meulaboh.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1 Dokumentasi Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Model PJBL
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SMAN 1 KELAPA KAMPIT
Mata Pelajaran : SENI BUDAYA ( SENI MUSIK )
Materi Pokok : KONSEP MUSIK BARAT ( SENI VOKAL )
Kelas : XI ( SEBELAS )
Semester : GANJIL
Tahun ajaran : 2022/2023
Alokasi waktu : 2 x 45 menit ( 2 Pertemuan )
A. Kompetensi Inti
KI-1 dan KI-2:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Menghayati dan mengamalkan
perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif,
dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga,
sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.
KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan
metode sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian
Kompetensi
4.1. Menampilkan
sebuah lagu
populer secara
individu
Menerapkan teknik seni vokal dalam
latihan bernyannyi
Menampilkan nyanyian sebuah
lagu populer didalam kelas
C. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu Memahami materi teknik vokal melalui metode ceramah dengan baik
Peserta didik mampu Menganalisis jenis-jenis pembagian suara manusia melalui metode ceramah dengan
baik
Peserta didik mampu Menerapkan teknik seni vokal dengan baik melalui bantuan media audio visual
secara individu
Peserta didik mampu Menampilkan sebuah lagu dengan teknik yang benar didepan kelas
C. Materi Pembelajaran
Teknik melatih pernapasan dan pemanasan sebelum bernyanyi
Penerapan teknik-teknik seni vokal dalam bernyanyi
D. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Project Based Learning
Metode : Demonstrasi, tanya jawab, dan penugasan
E. Media Pembelajaran
Media :
Audio Visual
Lembar penilaian
Internet
Alat/Bahan :
Laptop
Infocus
Spidol, papan tulis
F. Sumber Belajar
Buku Seni Budaya Siswa Kelas XI Semester 1 Kurikulum 2013 edisi revisi 2016
Video pembelajaran Youtube
https://www.youtube.com/watch?v=145ZQ7tvL3c&t=302s
G. Langkah-Langkah Pembelajaran
KEGIATAN
DESKRIPSI KEGIATAN
Pendahuluan
( 15 menit)
Kegiatan awal pembelajaran oleh guru dapat
melakukan aktivitas berikut:
Orientasi
Guru membuka pelajaran dengan
salam pembuka, memanjatkan syukur kepada
Tuhan YME dan meminta ketua kelas untuk
memimpin doa bersama.
Guru dan peserta didik menyanyika
lagu wajib Nasional ( Garuda Pancasila )
Guru dan peserta didik melakukan
Penguatan Pembentukan Karakter ( Tepuk P3k )
Guru mengondisikan kelas, agar kondusif
untuk mendukung proses pembelajaran.
Apersepsi
Guru mengajak peserta didik untuk
proaktif dalam pembelajaran yang dilaksanakan.
Guru memberi penjelasan tentang
cakupan materi yang akan dipelajari beserta
tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Motivasi
Guru memberikan gambaran tentang manfaat
mempelajari materi yang akan dipelajari
Pemberian Acuan
Menjelaskan mekanismepelaksanaan pengalaman
belajar sesuai dengan langkah-langka pembelajaran.
KEGIATAN INTI
( 60 menit )
( Sintak PJBL)
Pertanyaan esensial
Peserta didik diberi motivasi untuk
mengikuti pemanasan sebelum bernyanyi.
Guru mendemonstrasikan latihan
pernapasan yang baik sebelum bernyanyi
Penerapan
implementasi
Kegiatan
Literasi
Critical
Thinking
Collaborati
on
Communica
tion
Creativity
Mendesain rencana
proyek
Guru memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mencoba berlatih teknik vokal
sebanyak mungkin
peserta didik bertanya mencoba latihan
pernapasan sebelum bernyanyi dan melatih teknik
seni vokal seperti artikulasi , dengan pengucapan
A,I,U,E,O secara berulang
Peserta didik menampilkan
Menyusun jadwal
Guru dan siswa membuat kesepakatan
untuk menyelesaikan project pada pertemuan yang
sedang berlangsung dalam 20 menit
Monitoring
Peserta didik dan guru bersama-sama
bernyanyi bersama deknik vokal yang baik.
Guru melakukan pengamatan sikap dan
menilai keterampilan siswa
Menguji hasil
Peserta didik menampilkan nyanyian
debuah lagu populer dengan menerapkan teknik-
teknik yang baik.
evaluasi
Guru dan peserta didik membuat
kesimpulan tentang hal-hal yang dipelajari
KEGIATAN
PENUTUP
( 15 menit)
Guru bersama peserta didik merefleksikan
pengalaman belajar
Guru memberikan penilaian lisan secara acak dan
singkat
Menutup pelajaran dengan doa dan salam
A. PENILAIAN
a. Teknik Penilaian
1. Penilaian Sikap : observasi, pengamatan
2. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis
3. Penilaian keterampilan : Unjuk kerja
b. Bentuk Penilaian
1. Observasi : Lembar Pengamatan aktivitas peserta didik
2. Tes Tertulis : lembar kerja dan tes formatif
3. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi
B. PENGAYAAN
Bagi peserta didik yang belum mencapai target pembelajaran pada waktu yang telah dialokasikan, perlu
diberikan remedial.
Mengetahui Kelapa Kampit, Oktober 2022
Kepala SMAN 1 Kelapa Kampit Guru Seni Budaya
Riskhan Akhbari, S.Pd Reza Yoana, S.Pd.
NIP. 19761016 200501 1 012
11
BAHAN AJAR
SENI ADALAH : Ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan kedalam kreasi dalam bentuk gerak, rupa,
nada, syair, yang mengandung unsur-unsur keindahan, dan dapat mempengaruhi perasaan orang lain.
TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar
terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring.
UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL :
1. Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas. baik huruf vocal : a, i, u, e, o, maupun
huruf konsonan hal yang perlu diperhatikan adalah.
Mulut dibuka lebar kira-kira selebar 3 jari.
Rahang diturunkan serendah mungkin ketika membuka mulut.
Bibir bawah menekan gigi seri bawah
Gigi seri atas tertutup setengah bagian oleh bibir atas
1. Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan
sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.
Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
Pernafasan Dada: cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
Pernafasan Perut: udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.
Pernafasan Diafragma: adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang
digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.
1. Phrasering adalah : aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai
dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
2. Sikap Badan : adalah posisi badan ketika seseorang sedang nyanyi, bisa sambil duduk, atau berdiri, yang
penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu.
3. Resonansi adalah : usaha untuk memperindah suara dengan mefungsikan rongga-rongga udara yang turut
bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan.
4. Vibrato adalah : Usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberigelombang/ suara yang bergetar
teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah kalimat lagu.
5. Improvisasi adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan
profesional, tanpa merubah melodi pokoknya.
6. Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.
Definsi Ambitus Suara
Wilayah atau jangkauan suara dalam musik dikenal dengan istilah Ambitus yang berasal dari bahasa
latin. Dalam bahasa inggris mendekati kata “border” yang berarti pembatasan.
Ambitus Suara adalah luas wilayah nada yang mampu dijangkau oleh seseorang. Seorang penyanyi
professional harus mampu menjangkau nada-nada dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi
sesuai dengan kemampuannya.
Sopran adalah jenis suara perempuan yang berambitus tertinggi, berambitus dari nada c1 c3. Alto
dalam partitur paduan suara, alto juga disebut contralto, yaitu ambitus suara perempuan paling
rendah f d2.
Disebut juga alto laki- laki atau counter tenor. Tenor Suara laki laki yang tertinggi, berambitus B g1.
Untuk tenor biasanya ditulis dalam klef kunci G yang dipakai sopran, dalam pengertian suara tenor 1
oktav lebih rendah dari sopran.
Bass Suara laki- laki paling rendah, berambitus E c1. Karakternya bersuara sangat rendah, besar,
dan dalam dapat mengimbangi kewibawaan suara alto.
Dalam tes ambitus suara, Untuk wanita, dimulai dari nada f sampai dengan b, jika wanita tersebut
tidak bisa membunyikan nada f-c, berarti termasuk ambitus suara sopran, namun jika mampu
membunyikan nada f, g, a, b, dan c, berarti termasuk ambitus suara alto, Karena ambitus suara
sopran dimulai dari c sampai c3 untuk alto dari f sampai d2. Untuk anggota paduan suara laki laki,
dimulai dari nada E sampai B, untuk ambitus tenor dari B sampai g1 dan bas dari E sampai c1.
LKPD
Jawablah pertanyaan dibawah ini!
1. Pengucapan yang jelas dalam bernyanyi desebut dengan teknik
2. Intonasi adalah teknik yag berhubungan dengan…
3. Teknik pernapasan yang berfungsi membuat nafas lebih panjang saat bernyanyi dan paling tepat digunakan
dalam teknik vokal adalah pernapasan …
4. Pemenggalan kalimat yang baik dalam bernyanyi adalah pengertian dari teknik…
5. Jangkauan suara manusia disebut…
6. Suara tinggi pria disebut…
7. Suara rendah pria disebut
8. Suara tinggi wanita disebut…
9. Suara rendah wanita disebut…
10. Suara anak-anak terbagi menjadi 2 … dan ….
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian
Kompetensi
4.1. Menampilkan sebuah
lagu populer secara
individu
Menerapkan teknik seni
vokal dalam latihan bernyannyi
Menampilkan nyanyian
sebuah lagu populer didalam
kelas
PENILAIAN SIKAP
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan prilaku peserta didik pada saat proses
pembelajaran ( Kerja kelompok ) maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru.
Berikut contoh penilaian sikap
Keterangan :
BS : Bekerja sama
JJ : Jujur
TJ : Tanggung jawab
DS : Disiplin
*Catatan
3 = Sangat Baik
2 = Baik
1 = Cukup
Rentang Nilai
4-6 cukup ( C )
7-9 baik (B)
10-12 Sangat Baik (SB
No
Nama Siswa
Aspek perilaku yang dinilai
Jumlah
skor
Skor
sikap
Kode
nilai
BS
JJ
TJ
DS
1
Ikbar
3
2
2
3
10
A
SB
2
Aldi
2
2
2
2
8
B
B
3
Rizal
2
1
1
2
6
C
C
Penilaian pengetahuan
1. Penilaian Pengetahuan
a. Teknik Penilaian: Tes Uraian
b. Instrumen Penilaian dan Penskoran
Instrumen Penilaian
Soal uraian pada LKPD
Penskoran
1) Penskoran
Skor 1, jika menjawa menjawab pertanyaan b pertanyaan b pertanyaan b pertanyaan dengan benar.
2) Pengolahan skor
Skor maksimum: 10
Skor perolehan siswa: SP
Nilai yang diperoleh siswa: SP X 10
Rubrik Penskoran
PENILAIAN KETERAMPILAN
a.
Remedial :
1.
Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial
Pemberian bimbingan secara khusus dan perorangan bagi peserta didik yang belum tuntas
dalam penguasaan KD tertentu.
Melakukan pengulangan materi secara singkat dalam materi pembelajaran
Melakukan penugasan kembali seperti menjawab soal-soal yang sudah pernah dikerjakan
sebelumnya.
2.
Materi dan waktu pelaksanaan program remedial
Program remedial diberikan hanya pada KD atau indikator yang belum tuntas.
Program remedial dilaksanakan setelah mengikuti tes/ulangan KD tertentu atau
sejumlah KD dalam satu kesatuan
3.
Teknik pelaksanaan penugasan/pembelajaran remedial:
Penugasan individu diakhiri dengan tes (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti
remedial maksimal 20%.
Penugasan tes individual (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedi lebih
dari 20% tetapi kurang dari 50%. Pembelajaran ulang diakhiri dengan tes individual (tertulis) bila
jumlah peserta didik yang mengikuti remedi lebih dari 50 %.
4.
Pemberian nilai remedial
Pemberian nilai KD bagi peserta didik yang mengikuti pembelajaran remedial yang
dimasukkan sebagai hasil penilaian harian (PH) diberikan dengan cara : Peserta didik diberi
nilai sesuai capaian yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti remedial.
Keuntungan menggunakan ketentuan ini:
Meningkatkan motivasi peserta didik selama mengikuti pembelajaran remedial karena
peserta didik mempunyai kesempatan untuk memperoleh nilai yang maksimal.
Ketentuan tersebut sesuai dengan prinsip belajar tuntas ( mastery learning )
b.
Pengayaan :
1.
Cara yang dapat ditempuh:
Pemberian bacaan tambahan atau berdiskusi yang bertujuan
memperluas wawasan bagi KD
tertentu
Pemberian tugas untuk melakukan analisis gambar, model, grafik, bacaan/paragraf, dll.
Memberikan soal-soal latihan tambahan yang bersifat pengayaan
Membantu guru dalam membimbing teman-temannya yang belum mencapai ketuntasan.
2.
Materi dan waktu pelaksanaan program pengayaan
Materi Program pengayaan diberikan sesuai dengan KD-KD atau indikator yang dipelajari
,
No
Nama
siswa
Indikator Penilaian
JUMLAH
NILAI
Inton
asi
Artikulasi
Phraserin
g
Warna
suara
Ekspresi
1
2
3
….
4
5
6
7
….
bisa berupa penguatan materi yang dipelajari maupun berupa pengembangan materi.
Waktu pelaksanaan program pengayaan adalah:
-
setelah mengikuti tes/ulangan KD tertentu atau kesatuan KD tertentu, dan atau
-
pada saat pembelajaran dimana siswa yang lebih cepat tuntas dibanding dengan teman
lainnya maka dilayani dengan program pengayaan
Sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran, kegiatan pengayaan tidak lepas
kaitannya dengan penilaian. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan, tentu tidak sama
dengan kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan harus
dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal.